0 Comments

Salah satu tradisi perayaan tahun baru di Jepang adalah dengan menyiapkan masakan khas pergantian tahun yang dikenal dengan istilah Osechi-ryōri (お節料理). Awalnya Osechi-ryōri (お節料理) yang berisi aneka makanan mewah ini difungsikan sebagai penanda pergantian musim di Jepang, namun sekarang dapat juga digunakan sebagai penanda pergantian tahun oleh masyarakat Jepang. Osechi-ryōri (お節料理) sering disebut disebut osechi atau shōgatsu-ryōri (正月料理).

Istilah Osechi dulunya berarti pergantian musim dalam bahasa Jepang, yang dikenal dengan sebutan sechi-nichi atau sekku. Sechi-nichi atau sekku diperingati sebagai hari pergantian tahun di Jepang, pada hari ini masyarakat Jepang merayakannya dengan cara memasak makanan istimewa. Secara umum osechi terdiri otoso berupa semacam sake untuk kesehatan yang diminum di pagi hari awal tahun, iwaizakana, yakni tiga makanan untuk teman minum sake, zoni yakni sup yang memiliki isian mochi, dan terakhir adalah nishime berupa sayur-sayuran dimasak dengan kuah dashi, kecap asin, dan mirin. Macam-macam makanan yang digunakan sebagai kudapan untuk menemani minum sake bisa berbeda-beda menurut daerahnya di Jepang.

Awal tahun bari, tepatnya tanggal 1 bulan 1 dipercaya sebagai hari untuk merayakan kepulangan dewa padi ke gunung. Sebagian besar makanan osechi dimasak dengan rasa yang sangat manis, asin, atau diacar dengan cuka. Makanan juga harus dimasak dengan betul-betul kering agar dapat bertahan lama. Selama periode tahun baru, orang jepang dilarang menyalakan api karena dipercaya akan membuat dewa api marah ketika melihat orang memasak.

Jaman moderen seperti sekarang, osechi mengalami pergantian makna yang dianggap sebagai makanan mewah untuk tahun baru. Isiannya juga ikut berubah tidak hanya jenis-jenis makanan yang telah disebutkan di atas, namun dapat juga berupa makanan lain seperti makanan ala barat atau makanan China. Osechi juga sekarang dapat dibeli di toko swalayan, rumah makan, atau toko kelontong guna memenuhi permintaan orang-orang yang sibuk tidak ada waktu untuk menyiapkannya.

Via. Berbagai sumber

Pict. Tsunagu japan

Related Posts

Model Pembelajaran Efektif dalam Pengajaran Bahasa Jepang

Model Pembelajaran Efektif dalam Pengajaran Bahasa Jepang Project Based Learning dan Role Play (Kaiwa)Project-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa terlibat dalam proyek nyata yang menuntut penerapan pengetahuan,…

Hanami, Filosofi Musim Semi dalam Bunga Sakura

Setiap tahun, Jepang menyambut musim semi dengan keindahan yang sangat dinanti-nantikan: mekarnya bunga sakura. Namun, lebih dari sekadar fenomena alam, sakura telah menjelma menjadi simbol budaya yang mendalam, dan kegiatan menikmatinya — yang dikenal…

Onomatope Bunyi Hewan Dalam Bahasa Jepang

Bahasa Jepang adalah salah satu dari banyak bahasa di dunia yang mempunyai banyak tiruan bunyi atau onomatope. Onomatope yang berasal dari suara-suara yang dibuat suatu objek khususnya benda disebut dengan giseigo (擬声語) , yakni…