0 Comments

Noh (能) adalah salah satu kebudayaan tradisional Jepang yang bentuk utamanya merupakan pertunjukan drama musik klasik yang telah ada sejak abad ke-14 masehi. Noh (能) terdiri dari beberapa unsur yakni tarian, hayashi, utai. Para pemain dalam Noh (能) biasanya menggunakan topeng dan menari dengan lambat.

Pertunjukan Noh (能) yang terkenal di Jepang adalah salah satunya yang dilaksanakan pada bulan Mei yang berlokasi di Wihara Buddha Kofukuji yang disebut dengan Takigi Noh.

Festival tari Takigi Noh sudah ada dan dipertunjukkan sejak abad sembilan. Tarian yang ditampilkan disebut Noh, yang merupakan salah satu dari tarian-tarian Jepang tertua. Takigi Noh yang dipertunjukkan Wihara Buddha Kofukuji berceritakan kisah-kisah kejayaan Jepang pada masa lalu.

Layaknya pertunjukan Noh di Jepang, pertunjukan Noh di wihara ini juga para pemain akan mengenakan topeng sehingga mereka bisa menjiwai karakter sesuai dengan yang mereka mainkan. Topeng-topeng ini akan mengubah para pemain menjadi karakter berupa oarang tua, anak-anak, dan bahkan hantu.

Pertunjukan Noh di wihara ini diadakan pada hari Jumat dan sabtu ketiga bulan Mei setiap tahunnya. Kursi untuk pengunjung yang dapat menikmati pertunjukan ini terbatas dengan harga 5000 yen per hari.

 

Pict . Japan Cheapo

Related Posts

Mengenal Noh, Pertunjukan Drama Tradisonal Jepang

Mengenal Noh, Pertunjukan Drama Tradisonal Jepang Jepang merupakan salah satu negara yang masih melestarikan kebudayaan tradisionalnya dengan sangat baik. Kebudayaan berusia ratusan tahun tetap terjaga hingga kita yang hidup di jaman modern ini masih…

Huruf Jepang Hiragana1

Huruf Jepang Katakana

Huruf Jepang Katakana Cara menulisa dan membaca huruf katakana Huruf Katakana merupakan huruf jepang moden yang menyesuaikan ejaan bahasa asing atau bahasa serapan yang tidak terdapat dalam bahasa jepang asli. Untuk lebih jelasnya  mari…

Kursus bahasa jepang new update

SUMIMASEN DAN GOMENNASAI

SUMIMASEN DAN GOMENNASAI Ketika meminta maaf dalam bahasa Jepang, umumnya orang aka berkata sumimasen, suman, sumanai. Ada juga yang mengatakan gomennasai atau gomen. Sumimasen dan gomennasai sama-sama digunakan untuk meminta maaf. Namun kedua ungkapan…